Susahnya belajar menjahit

Selain memberikan ruang berkreasi dan mengasah kreatifitas, menjahit juga dapat dijadikan salah satu sumber penghasilan yang sangat menjanjikan apabila di tekuni dengan serius.

Dahulu menjahit banyak di dominasi oleh kalangan ibu-ibu rumah tangga yang banyak menghabiskan waktu dirumah.

Seiring berjalannya waktu, perkembangan teknologi menjadikan kegiatan menjahit menjadi semakin digemari oleh berbagai kalangan termasuk anak muda tentunya.

Munculnya banyak desainer-desainer mudah belakangan ini menjadikan bukti kalau dunia jahit menjahit bukan hanya menjadi dominasi kalangan ibu-ibu rumah tangga lagi.

Siapkan mental

Tidak semua setuju bahwa menjahit adalah sesuatu hal yang mudah untuk dilakukan. Apalagi yang tidak memiliki basic sama sekali ( misal: ibu nya penjahit, atau saudaranya penjahit) kaya saya.

 

Dari kecil saya belum pernah mainin yang namanya mesin jahit (Kalau untuk pegang-pegang aja sih pernah ya..hehe). Di rumah memang kakaku punya satu mesin jahit warna putih yang sampai sekarang masih kaka pakai

Mesin jahit ini termasuk yang awet, entah awet atau memang jarang dipakai tapi sampai sekarang masih bertahan walaupun pernah sekali masuk “rumah sakit” gara-gara didalemnya ada yang patah.

Dalam dunia jahit menjahit saya termasuk yang lama belajarnya. Mungkin karena saya bukan tipe orang yang getol-getol banget.

Kadang kalau jenuh ditaro dulu jaitannya, tapi abis itu suka ditaro aja jadinya gak selesai-selesai hahaha ( kalau yang ini jangan ditiru ya).

Menjahit itu butuh tekad yang kuat, pantang menyerah, dan pantang bosen. Apalagi kalau sering banyak salahnya (kayak siapa ya??hmmm gak kok bukan aku serius deh! :p).

Ya intinya  menjahit itu mudah kalau kita mau terus belajar. Mungkin sebenernya tidak ada hal yang sulit bila kita mau berusaha dan bekerja keras.
Kembali lagi kediri masing-masing, kemampuan seseorang dengan seseorang yang lainnya tidak pernah sama. saya juga bukan termasuk orang yang pinter dan cepet belajar jaitnya.
Tapi, seiring waktu dengan saya belajar bikin-bikin baju, rok, celana. Lama-lama bisa juga. Ya walaupun belum pinter-pinter amat sih, yang penting bisa lah bikinin gamis mamake..hehe.

Harus punya niat

Segala sesuatu itu berawal dari niat, sama halnya dengan belajar menjahit. Kalau tidak ada niat bagaimana sesuatu itu bisa terlaksana.

Jadi intinya mantapkan dulu niatnya. Tidak usah berpikir terlalu jauh kedepannya nanti bagaimana. Dinikmati dan dijalani saja prosesnya dengan senang hati. Yakinlah bahwa tidak ada yang sia-sia di dunia ini.

Banyak cara mudah agar kita bisa sukses dalam belajar menjahit dengan cara otodidak. Menurut sebagian orang menjahit adalah sebuah hobby yang sangat menyenangkan. Dan menurut sebagian orang lagi, menjahit adalah suatu kebutuhan yang mau tidak mau harus tetap dipelajari.

Disini kita harus bisa meluangkan waktu . Karena sering kali banyak yang tidak pernah meluangkan waktu sehingga belajar menjahit selalu tertunda dan akhirnya tidak bisa sama sekali. Walaupun kita belajarnya dengan otodidak, kita harus memiliki waktu-waktu khusus untuk belajar. Entah itu 30 menit atau bahkan sampai 2 jam. Yang penting luangkan waktu dulu deh.

Belajar jenis jahitan

Ada beberapa jenis jahitan yang harus diketahui oleh pemula seperti saya yaitu :
-Jahitan Lurus. Jenis jahitan ini sudah umum dan sudah pasti digunakan. Mesin jahit yang kita gunakan biasanya sudah settingan pabrik.

-Jahitan Mati. Jahitan ini sangat penting agar benang tidak terburai. Jahitan mati di lakukan di awal dan di akhir jahitan. Misalnya ketika di awal menjahit bahan, lakukan jahit maju 3-4 langkah dan jahit mundur 2-3 langkah.

-Jahitan Jelujur, adalah jahitan berbentuk panjang dan biasanya di lakukan dengan tangan. Jahitan ini fungsinya hanya sementara dan untuk memudahkan saja, karena nantinya akan dilepas setelah kain dijahit dengan mesin.

Belajar dari yang paling mudah, belajar membuat pola jahitan bukanlah suatu pekerjaan yang bisa dipelajari dalam sehari semalam. Untuk itu, sebagai langkah awal saya mencoba menjahit dari pola yang sangat mudah seperti sarung bantal, memasang kancing, dompet serut, merapihkan jahitan baju yang terbuka, mendedel jahitan.

Setelah kamu menguasai itu semua, maka kamu  bisa belajar untuk menjahit pola yang lebih rumit

Saya biasanya memperbaiki dan mengubah pakaian yang sudah ada, tetapi mungkin juga membuat pakaian baru berdasarkan pola dan rancangan, perlu tahu cara menjahit, menggabungkan, mengobras, dan menyelesaikan pakaian untuk bisa berhasil dalam bidang ini. Dan juga cara menyesuaikan pakaian pada beragam jenis tubuh.

Dan saya perlu mengetahui prinsip-prinsip dasar rancangan untuk dapat memberikan saran pada pelanggan mengenai gaya berbusana.

Walaupun prasyarat tertulis untuk menjadi seorang penjahit tidak terlalu ketat, tetapi membangun karir yang berhasil di bidang tersebut mungkin akan sulit kalau langkah-langkah untuk pelatihan pribadi tidak diikuti.

Peraktek menjahit dan percaya diri

Saya bisa memulai proses belajar menjahit dengan mencoba menjahit yang mudah dan simpel misalnya menjahit sarung bantal, membuat tas sederhana.

saya  bisa mendapatkan ilmu lebih banyak dengan cara Browsing via internet atau membaca buku tutorial menjahit untuk pemula.

Jadi saya harus serius dan telaten, lama-lama ide menjahit akan muncul dengan sendirinya misalnya ingin membuat baju sendiri.

Untuk awal belajar menjahit baju, saya memilih model yang sederhana untuk diri sendiri, keluarga terdekat misal untuk anak, ibu atau untuk bapa.

Saya memilih bahan yang murah-murah dulu, misalnya kain kiloan, karena masih belajar tentunya tidak lepas dari kesalahan-kesalahan, dalam belajar itu sudah biasa.

Bisa membuat baju sendiri itu sungguh menyenangkan meskipun modelnya sederhana dan hasil jahitan kurang rapi. Tidak usah malu memakai baju buatan sendiri.

Karena terkadang orang yang memandang justru memiliki penilaian yang berbeda dari apa yang kita pikirkan.

Siapa tahu, begitu saya menekuni aktivitas menjahit, ada orang yang menawari saya untuk menjahitkan bajunya atau permak baju. Terima saja asalkan tidak terlalu sulit.

Dengan demikian pengalaman saya akan semakin bertambah dan kemampuan sayapun akan semakin meningkat seiring dengan berjalannya waktu.

Karena menjahit bukan seperti belajar menghafal. Praktek merupakan kunci keberhasilan dari belajar menjahit. Jika gagal, jangan pernah berhenti mencoba lagi dan lagi. Sabar merupakan modal penting lainnya ketika ingin belajar menjahit. Untuk mencapai tingkatan mahir dan ahli kamu tidak mungkin dengan instant.

Karena itu semua harus membutuhkan proses yang panjang.  Nikmati saja prosesnya sampai kamu benar-benar sangat menyukainya dan akhirnya menjadi mahir.

Menjadi penjahit yang baik

Kira-kira kriteria penjahit yang baik menurut anda itu seperti apa ya ?

Dulu sebelum saya menjadi penjahit,lebih sering dikecewakan sama yang namanya penjahit loh ! hampir tidak ada penjahit yang benar-benar memuaskanku. Dari hal-hal mendasar sampai dengan hal-hal kecil, ada aja yang bikin aku sebel. Beberapa hal yang bikin aku sebel misalnya :

Tidak tepat waktu. Kalau memang tidak sanggup untuk mengerjakan jahitan tepat pada waktunya ya bilang aja tidak bisa alias ditolak, kan saya bisa nyari penjahit yang lainnya.

Terus, kadang-kadang masalah ini waktu selesainya dijadikan senjata oleh penjahit tsb untuk meminta ongkos lebih, dengan alasan banyak orderan, dia minta ongkos lebih supaya bisa menjahitkan baju kita padahal lagi nggak ada orderan.

Nah saya sendiri sih berharap bisa menjadi penjahit yang baik, yang bisa memuaskan keinginan semua pelanggan.
Cuma ada juga beberapa hal yang membuat seorang penjahit bete. Tunggu pengalamanku selanjutnya ya.

Leave a Reply