Rumah Adat Sumatera Utara- Sumatera Utara merupakan provinsi yang memiliki jumlah penduduk terbanyak ke-4 di Indonesia. Setelah Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Menurut hasil penelitian lengkap Sensus Penduduk tahun 2015, penduduk Sumatera Utara berjumlah 13.937.797 jiwa.

Provinsi ini beribukota di kota Medan, yang kebanyakan dihuni oleh suku batak, yaitu suku asli sekaligus suku mayoritas disana. Batak sendiri merupakan salah satu suku di Indonesia, dengan jumlah penduduk yang besar.

Ketika kita berbicara tentang rumah tradisional di Sumatera Utara, kita tidak dapat menghindari dengan beberapa suku yang masih ada sampai sekarang, seperti, Batak, Karo, Simalungun, Melayu, Mandailing, Pakpak. Semua genre ini memiliki karakteristik masing-masing. Salah satu spesialisasi dapat dilihat dalam bentuk ciri tradisional.

Keberadaan suku-suku di Sumatera Utara semakin mengisi populasi. Saat ini, mereka memegang posisi penting di berbagai bidang dan bidang kehidupan, baik di sektor pemerintahan maupun swasta.

Pada kali ini, kami akan memberikan informasi penting kepada pembaca. Yaitu adalah informasi tentang 9 rumah tradisional yang terletak di Sumatera Utara, yang dikutip oleh berbagai sumber.

Rumah Adat Sumatera Yang Pertama Adalah Rumah Adat Bolon

rumah adat sumatera (rumah bolon0
alampedia.blogspot

Rumah adat Indonesia ini terletak di provinsi Sumatera Utara biasanya disebut Balai Batak Toba. Dilihat dari bentuknya, rumah tradisional ini memiliki bentuk persegi panjang, termasuk kategori permainan. Dan hampir semua bangunan terbuat dari bahan alami.

Rumah teater ini biasanya dihuni oleh 4 hingga 6 keluarga yang tinggal bersama. Tujuan dari rumah panggung tradisional Bolon adalah untuk memiliki rumah. Bagian bawah rumah berfungsi sebagai kandang hewan untuk pemeliharaan suku Batak, seperti babi, ayam dan kambing.

Fungsi Rumah Bolon

Sebelumnya, rumah bolon ini merupakan rumahnya bagi 13 raja Batak. Seiring berjalannya waktu, rumah tradisional ini kemudian digunakan oleh masyarakat umum suku Batak. Untuk mendukung kelangsungan hidup suku Batak, rumah tradisional ini dibagi menjadi beberapa ruangan. Dan tentu saja sesuai dengan fungsinya, yaitu:

  • Kamar Jabu Bong, kamar ini khusus untuk pengelola keluarga. Lokasinya ada di belakang di sudut kanan.
  • Ruang Jabu Soding, kamar ini khusus untuk perempuan. Lokasi ada di kiri belakang dan menghadap ke ruang Jabu Bong.
  • Ruanagan Jabu Suhat, kamar ini khusus untuk anak lelaki tertua yang sudah menikah. Dan itu ada di sudut kiri depan.
  • Tempar Plate Room, kamar ini untuk menyambut tamu. Satu di ruangan itu adalah ruang Jabu Suhat.
  • Kamar Jabu Tonga Rona ni Jabu Rona, kamar ini dirancang khusus untuk keluarga. Dan ukurannya adalah yang terbesar dibandingkan kamar lainnya. Terletak di tengah rumah.
  • Kolong rumah, ruangan ini berfungsi sebagai tempat penyimpanan makanan dan juga pena. Seperti yang saya jelaskan di atas.

Pembagian ruangan seperti di atas tentu tidak semua kamar harus dipisahkan oleh partisi. Secara umum, interior rumah adalah ruangan besar tanpa isolasi. Namun, ruang-ruang ini jelas dipisahkan oleh aturan yang membatasi. Dan itu juga mengikat setiap anggota keluarga dan tamu.

Ciri Khas Dan NIlai Filosofi Rumah Bolon

Rumah Bolon ini digunakan sebagai identitas rumah tradisional di provinsi Sumatera Utara. karena dianggap unik dari segi desain arsitektur. Keunikan inilah yang kemudian menjadi fitur dan sekaligus dibedakan antara rumah-rumah provinsi tradisional lainnya di Indonesia. Fitur khusus dari rumah bolon ini adalah sebagai berikut:

  • Memiliki atap yang hampir menyerupai pelana kuda. Dengan sudut yang sangat sempit sepertinya cukup tinggi.
  • Dindingnya pendek tapi cukup untuk berdiri, karena rumah tradisional ini tidak memiliki langit-langit.
  • Dinding di bagian atas dilengkapi dengan berbagai plakat yang menghiasi penampilan rumah.
  • Di bagian atas pintu masuk terdapat foto Grog atau binatang. Seperti lukisan cicik dan kerbau yang mendominasi warna merah, hitam dan putih. Motif kadal pada motif tersebut adalah simbol orang Batak, yang memiliki rasa persaudaraan yang kuat di dalamnya. Sedangkan gambar binatang kerbau adalah simbol rasa terima kasih.

Rumah Adat Karo

rumah adat Sumatera utara (rumah adat karo)
Akurat.co

Rumah adat karo ini sering di sebut rumah adat Siwaluh Jabu. Siwaluh Jabu ini memiliki arti yang merupakan sebuah rumah yang dihuni oleh delapan keluarga. Dari masing-masing keluarga mempunyai peran trsendiri dalam rumah tersebt.

Rumah adat ini terdiri dari delapan ruangan dan dari delapan keluarga. akan tetapai dalam rumah adat karo hanya terdiri empat dapur, dan masing-masing jabu dibagi menjadi dua, sehingga terbentuk beberapa jabu-jabu. Antaralain sadapuren bena kayu, sedapuren lepar bena kayu, sedapuren ujung kayu, dan jabu sedapuren lepar ujung kayu.

Rumah adat Pakpak

rumah adat sumatera utara (rumah adat pakpak)
steemit.com

Nama rumah adat Sumatera ini memiliki nama yang unik yaitu Pakpak. Rumah adat pakpak memiliki bentuk yang khas tradisionalnya dan dibuat dari bahan kayuy serta atapnya dari bahan injuk.

Selain wujud seni budaya Pakpak, Bentuk desain rumah adat ini juga di bagian-bagian rumah mempunyai arti tersendiri. Selanjutnya Rumah adat Pakpak disebut Jerro.

Rumah adat Pakpak ini sama halnya pada rumah adat yang ada di Sumatera Utara, yang pada umumnya mengunakan tangga dan tiang penyangga.

Rumah Adat Mandailing

rumah adat sumatera utara (rumah adat mandailing)
youtube.com

Suku Mandailing berada di wilayah provinsi Sumatera Utara (Sumut), Yang berbatasan dengan provinsi Riau. Daerah Mandailing dikenal dengan tujuan wisata alamnya yang menakjubkan. Budaya kearifan lokal begitu erat dipegang oleh penduduk setempat.

Bagi Anda yang ingin melihat Rumah Tradisional Mandailing, Anda dapat melihatnya di distrik Mandailing Natal (Madina). Kabupaten ini adalah bagian dari Kabupaten Padang Lawas dan bagian selatan Kabupaten Tapanuli. Rumah tradisional ini biasanya disebut Bagas Godang. Yang berarti bahwa Bagas di Mandailing ialah rumah sementara Godang sangat berarti.

Rumah Adat Melayu

rumah adat sumatera utara (rumah adat melayu)
wikipedia.com

Di Sumatera Utara, Anda dapat menemukan rumah adat melayu di Kota Medan, Bupati Deli Serdang, Kabupaten Langkat, Bupati Batu Bara, Bupati Labuhan dan Kabupaten Begadai Serdang (Sergei) dan Tebing Tinggi.

Rumah adat melayu ini memiliki kontribusi yang sangat penting bagi Medan sebagai kota terbesar ketiga di Indonesia.
Rumah Tradisional Melayu Deli identik dengan kuning dan hijau, dan dinding serta lantai terbuat dari papan. Saat menggunakan ijuk.

Rumah Adat Nias

rumah adat sumatera utara (rumah adat nias)
sisteminformasipulaunias

Rumah tradisional Nias disebut Omo Hada, rumah tradisional ini berbentuk panggung tradisional bagi masyarakat Nias. Selain itu, ada juga rumah tradisional Nias dengan desain yang berbeda, yaitu Omo Sebua.

Omo Sebua merupakan rumah untuk kepala negara (Tuhenori), kepala desa (Salawa) atau kaum bangsawan.
Dibangun di atas tiang kayu yang besar, rumah tradisional ini terletak di Rumbia. Serta beralaskan Rumbia, timur dan barat Nias. Sementara ada juga persegi panjang, terutama di Nias tengah dan selatan.

Bangunan rumah adat tradisional ini tidak memiliki fondasi yang tertanam di tanah. Dan sambungan antar kerangka tidak menggunakan paku sehingga bisa menahan goncangan gempa.

Baca juga nih : Rumah Adat Bali & Penjelasanya (Terlengkap)

Rumah adat angkola

rumah adat sumatera utara (rumah adat angkola)
marketeers.com

Angkola merupakan etnis yang berdiri sendiri, meskipun banyak orang menyamakannya dengan mandailing. Rumah tradisional ini juga disebut Bagas Godang sebagai rumah mandail tradisional. Namun, ada beberapa perbedaan di antara keduanya.

Rumah adat angkola Sumatera Utara ini menggunakan bahan dari serat dan dinding serta lantai dari papan. Keistimewaan rumah tradisional ini terletak pada warna dominannya, yaitu hitam.

Rumah adat ini biasanya dipakai untuk acara peresmian atau acara lainnya yang anggotanya harus menggunakan pakain adat tradisional.

Rumah adat Simalungun

rumah adat sumatera utara (rumah adat simalungun)
pusakakaro.files.wordpress.com

Simalungan adalah kelompok etnis yang terletak di Kabupaten Simalungun dan kota Pematang Siantar. Rumah tradisional ini disebut Rumah Bolon. Rumah tradisional ini berbeda dari yang lain. Bentuk atap yang unik dan dirancang dalam bentuk piramida.

Rumah Aula Batak Toba (Rumah Adat Sumatera Utara)

Rumah adat sumatera utara (rumah aula batak toba)

Rumah Balai Batak Toba adalah rumah tradisional di Sumatera Utara (Sumut). Rumah ini dibagi menjadi dua bagian, jabu parsakitan dan jabu bolon.

Berdasarkan fungsinya, Jabu Parsakitan adalah tempat untuk menyimpan barang. Terkadang tempat ini juga digunakan sebagai tempat untuk urusan umum. Mengingat Jabu Bolon adalah rumah keluarga besar. Rumah ini tidak memiliki partisi atau ruangan, sehingga keluarga tinggal dan tidur bersama. Rumah Balai Batak Toba juga dikenal sebagai Rumah Bolon.

Secara historis, rumah Bolon didirikan oleh Raja Tuan Rahalim. Ia dikenal kuat dan memiliki 24 istri. Tetapi hanya Puang Bolong (Permaisuri) dan 11 Puang (Selir) dan 46 anak yang tinggal di gedung itu. 12 orang yang tersisa tinggal di desa-desa di salah satu kerajaan mereka.

Seiring berjalannya waktu, raja terakhir yang menduduki rumah itu adalah Bolon Tuan Mogang Purba, di mana setelah kemerdekaan Indonesia pada tahun 1947 kedaulatan raja berakhir dengan pembentukan negara kesatuan Republik Indonesia.

Kemudian, pada tahun 1961, ahli waris ke Rumah Bolon itu menyerahkan rumah dan peralatannya kepada pemerintah daerah Sumatera Utara, dalam hal ini pemerintah Kabupaten Simalungun.

Masyarakat Batak melihat rumah ini sebagai seperti seekor kerbau. Pembangunan rumah adat suku Batak dilakukan bekerja sama dengan masyarakat Batak. Rumah ini berbentuk seperti rumah panggung yang ditopang oleh beberapa kolom. Tiang-tiang di rumah biasanya terbuat dari kayu.

Rumah Balai Batak Toba memiliki bahan dasar kayu. Menurut keyakinan orang Batak, rumah ini dibagi menjadi tiga bagian yang mencerminkan dunia atau berbagai dimensi.

  • Bagian pertama yaitu atap rumah yang diyakini mencerminkan dunia para dewa.
  • Bagian kedua yaitu lantai rumah yang diyakini mencerminkan dunia manusia.
  • Bagian yang ketiga adalah bagian bawah rumah atau kolong rumah yang mencerminkan dunia kematian.

Baca Juga Nih Bro/Sis : Rumah Adat Sumatera Selatan, Gambar & Penjelasannya Terlengkap

Demikian informasi terkait rumah adat Sumatera Utara kali ini. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Situs-situs sejarah memang harus mendapat perhatian dari kita sebagai warga Indonesia. Intinya jangan sampai punah. Generasi penerus bangsa harus merawatnya.

TERIMAKASIH.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here