SEBELUM MASUK SEKOLAH DASAR

 

Pada dasarnya dimana anak sudah berusia 6 thun akan mendapatkan suatu pendidikan yang harus diberikan oleh orang tuanya kepada anak tersebut,

Karna diusia seperti itu anak anak akan mudah menanggapi apa yang ia dapatkan dari berbagai macam macam masukan

Dulu seblum saya berumur 6 thun saya sudah berkeinginan untuk masuk sekolah dasar,karna saya ingin seperti kaka saya yang sudah bersekolah, waktu itu kaka saya sudah duduk di kls 2 sd

Waktu itu umur saya baru 5 thun, saya sudah ingin masuk sekolah karna menurut saya sekolah itu menyenangkan, pake seragam, pake sepatu, yah kalo menurut saya waktu itu mantaplah keren gitu

Bisa banyak teman,   tentunya teman untuk bermain, ma’lum pikiran anak anak kan gitu inginnya tuh hanya bermain bermain dan bermain

MASUK SEKOLAH DASAR

Dan akhirnya hal yang ditunggu tunggu itupun terwujud juga, senang sekali rasanya bisa bersekolah seperti kaka saya, dan bisa berangkat bareng  ah pokonya apa apa bareng gitu, oh iya saya masuk sekolah berumur 6 thun ,

Setiap pagi saya selalu bersemangat untuk pergi kesekolah, ya seperti anak anak yang lain juga mandi dulu bahkan saking semangatnya saya mandi jam 5 subuh  ma’lum lah kan pertama masuk sekolah

Setelah masuk sekolah saya terbilang orang yang tidak banyak bicara, tapi kalo udah bermain dengan sesama waah gak bisa di berhentiin, katanyasih nakalnya minta ampun.

Ketika masih kecil menurut saya adalah anak yang nakal seperti anak yang suka bermain dengan teman tanpa memikirkan pelajaran sekolah, malas belajar, suka ketiduran di kelas mungkin karena lelah akibat terlalu lelah bermain dengan teman di siang hari hingga hampir memasuki waktu maghrib.

Karena kemalasan saya dalam belajar akhirnya saya tidak naik kelas dan terpaksa harus mengulang pelajaran kembali dan ketika tidak naik kelas sangat malu ketika bertemu teman teman saya yang telah naik kelas

Tapi saya menyadari bahwa hal tersebut akibat kesalahan saya karana malas belajar. dan ketika saya tidak naik kelas dan harus mengulang pada kelas yang sama maka saya tidak perlu membeli buku pelajaran kembali karena saya sudah mempunyai buku pelajaran yang terdahulu tetapi harus membeli buku tambahan untuk pelajaran baru.

Semasa kecil atau pada masa belajar di bangku sekolah dasar, ada pelajaran yang paling saya takuti, dan mata pelajaran tersebut adalah pelajaran matematika

Dan ketika guru saya menyuruh maju untuk mengerjakan soal matematika di papan tulis dengan menunjuk murid untuk mengerjakan soal matematika maka saya akan menunduk atau mengumpat dibalik punggung teman saya yang duduk dibangku di depan saya.

Dan biasanya di sekolah saya satu persatu harus maju untuk mengerjakan soal matematika di papan tulis, dan akhirnya saya maju untuk mengerjakan soal matematika di papan tulis dengan perasaan ketakutan karena sebelumnya tidak mempelajari pelajari mata pelajaran matematika.

Dan setelah saya selesai mengerjakan soal matematika setelah di nilai oleh guru saya dengan penilaian banyak kesalahan dan akhirnya di tunjuk murid lain atau teman saya yang mampu mengerjakan soal matematika dan kalau tidak salah akhirnya saya dihukum untuk berdiri didepan kelas karena tidak bisa mengerjakan soal matematika.

Pelajaran matematika adalah pelajaran yang amat teramat menakutkan untuk diri saya dari kecil hingga dewasa karena saya tidak bisa mempelajari matematika

Mungkin karena saya kurang berusaha keras atau kurang gigih dalam mempelajari pelajaran matematika. Pada masa kecil hingga dewasa pelajaran matematika selalu membuat jantung saya berdebar kencang karena ketakutan untuk mengerjakan soal oleh guru.

Menurut saya guru saya sudah mengetahui bahwa saya tidak bisa atau tidak mampu untuk mengerjakan soal mata pelajaran matematika dan mungkin guru atau teman teman saya sudah dapat mengetahui dan melihat pada diri saya ketakutan sekali untuk mengerjakan mata pelajaran matematika baik dibuku tulis maupun mengerjakan soal matematika di papan tulis

Dan yang akhirnya selalu digantikan oleh murid atau teman saya yang bisa untuk mengerjakan soal matematika di papan tulis. 

Pada masa sekolah dasar saya pernah mendapatkan nilai nol (0) untuk pelajaran matematika hal tersebut di karenakan saya tidak belajar dan nilai rapot saya selalu banyak merah dimata pelajaran yang susah menurut diri saya.

LULUS SEKOLAH DASAR

Setelah lulus sekolah dasar (SD) sering perasaan sedih menghinggapi atau datang pada diri saya dan yang membuat saya sedih karena setelah lulus sekolah dasar maka saya akan berpisah atau tidak bertemu lagi dengan teman teman saya semasa sekolah dasar

Pada saat yang sama saya juga sedih karena harus berpisah dengan guru guru saya dan apapun yang terjadi walaupun hati terasa sedih karena harus berpisah dengan teman teman dan guru  guru saya maka kenangan yang menyedihkan tersebut harus saya lalui.

MASUK SEKOLAH MENENGAH PERTAMA

Memasuki masa sekolah menengah pertama saya tidak diterima di sekolah negeri karena nilai evaluasi pelajar tahap akhir nasional (Ebtanas) murni atau yang biasa disebut dengan sebutan Nem tidak mencukupi untuk belajar di sekolah negeri. akhirnya saya mengikuti test di sekolah menengah pertama swasta yang akhirnya di terima

Ketika memasuki sekolah menengah pertama yang saya rasakan bertambahnya mata pelajaran, tetapi tetap mata pelajaran matematika yang amat teramat saya takuti

Karena pada saat memasuki sekolah menengah pertama yang saya rasakan mempelajari mata pelajaran matematika semakin sulit. mungin karena sebelumnya saya tidak mempelajari mata pelajaran matematika dengan serius oleh karena itu mata pelajaran matematika saya sebut mata pelajaran yang tersulit

Tetapi bagi murid yang rajin belajar atau sering mempelajari matematika maka mata pelajaran matematika akan menjadi lebih mudah.

Pendidikan terakhir saya samapai SMP,  bukannya saya tidak mau melanjutkan pendidikan seperti orang lain, wakyu itu ekonomi nya tidak mendukung

Alhamdulillah setelah lulus pendidikan menengah saya mendapatkan pelajaran pelajaran yang positif dan bisa membuat saya bisa bertanggung jawab.

SEDIKIT DARI SAYA

Pendidikan merupakan tiket untuk masa depan. Hari esok untuk orang-orang yang telah mempersiapkan dirinya hari ini 

Janganlah kau mempermasalahkan  waktumu, dan manfaatkan lah waktumu sebaik mungkin,

Suatu masalah adalah kesempatan buatmu untuk melakukan sesuatu yang terbaik.

Tiap kesempatan yang diambil adalah sebuah kesempatan untuk menang.

Kesempatan yang kecil seringkali merupakan permulaan kepada usaha yang besar.

Dalam keraguan kita melihat hambatan. Dalam keyakinan kita melihat kesempatan.

Kegagalan adalah satu-satunya kesempatan untuk memulai lagi dengan lebih cerdik.

Ambil kesempatan hari ini karena hari esok tidaklah menjanjikan.

Hanya orang optimis yang akan bisa melihat bahwa ada kesempatan di balik kegagalan.

Ketika kamu mempunyai kesempatan untuk berbuat suatu kebaikan, jangan sia-sia kan.

Seringkali kesempatan memberimu jalan ketika bakat dan kerja kerasmu tak cukup menjanjikan.

Sebaik-baiknya orang yang kalah adalah yang belajar untuk menang di kesempatan berikutnya.

Tidak ada seorang pun yang bisa kembali ke masa lalu dan memulai awal yang baru lagi.

TAPI SEMUA ORANG BISA MEMULAI HARI DAN MEMBUAT AKHIR YANG BAIK.

TERIMAKASIH.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here