11 Contoh Gaya Bahasa Sunda, Sehari-Hari, Terlengkap (Unik, Lucu, & Penuh Arti)

Gaya Bahasa Sunda – Seperti bahasa lainnya, bahasa Sunda juga memiliki kekayaan dengan pengungkapan prasaan batin yang dituangkan dalam bentuk majas atau gaya bahasa. Bahasa yang dipakai untuk memperoleh efek-efek tertentu, keseluruhan sekelompok penulis sastra ciri bahasa dan cara khas dalam sebuah penyampaian pikiran dan perasaan, baik secara lisan maupun secara tulisan.

Berikut inilah gaya bahasa Sunda dan contohnya yang ada dalam bahasa Sunda:

Gaya Bahasa Sunda Mijalma (personifikasi)

gaya bahasa sunda

satujam.com

Gaya bahasa mijalma atau bahasa personifikasi adalah gaya bahasa yang menggunakan atau meminjam cara atau tingkah laku manusia untuk ditetapkan pada benda mati atau hewan. Dibawah ini adalah beberapa contoh-contoh kalimat bahasa Sunda dan artinya yang formal dan mengandung gaya basa mijalma :

  • Geus kaciri aya bulan caang ngintip tina sela-sela mega.
    (sudah terlihat ada bulan terang ngintip di sela-sela mega)
  • Tuh geuning angin subuh teh ngaharewos karasa pisan kana ceuli.
    (nah itu angin subuh sudah sangat terasa mengalir ke telinga)
  • Ditempo ti sisi basisir kaciri ombak teh paudag-udag matak reueus kana hate.
    (di lihat dari sisi pesisir terlihat ombak sedang berkejar-kejaran membuat hati ini bangga)
  • Pare beuneur teh kaciri tarungkul, etamah siga pisan anu keur menekung.
    (padi yang berisi itu tampak sangat mirip dengan yang lagi menekung)
  • Tengah peting langit kacirina lenglang, bentang kacirina ting kariceup.
    (tengah malam langit terlihat luas, bintang terlihat berkilap-kilap)
  • Tangkal kalapa di sisi basisir teh kaciri ngagupayan parahu layar anu aya di tengah laut.
    (pohon kelapa di sisi peseser itu terlihat seperti memanggil perahu layar yang berada di tengah laut)
  • Panon poe isuk-isuk teh kacirina ngintip tina tukangen gunung.
    (mata hari pagi-pagi terlihat sedang mengintip di belakang gunung)
gaya bahasa sunda majas

viennashoppingvictim.blogspot.com

Gaya bahasa rarahulan atau sering disebut gaya bahasa hiperbola adalah gaya bahasa yang melebih-lebihkan kenyataan yang ada sehingga kenyataan tersebut menjadi tidak masuk akal.

Berikut contoh gaya bahasa rarahulan :

  • Hahargaan teh jaman ayenamah geus apung-apungan.
    (Harga-harga zaman sekarang melambung sangat tinggi
  • Sawah Mang Udin mah luasna satungtung deuleu.
    (Sawah Mang Udin luasnya sebatas mata memandang)
  • Eta Mang Ali bakat ku ambek, beungeutna meni beureum euceuy kitu.
    (Itu Mang Ali saking marahnya, mukanya sampai merah menyala begitu)

Salah satu kegunaan gaya bahasa, terutama dalam tulisan sastra, merupakan sebagai pemanis bahasa agar tulisan terlihat menjadi lebih indah, enak dibaca dan menggambarkan menjadi lebih jelas apa yang dimaksud oleh si penulis tersebut.

Baca juga nih bro/sis : Ucapan Selamat Ulang Tahun Bahasa Sunda Terlengkap (Lucu, sedih, pokonya ngakak)’

Contoh Gaya Basa Kadalon Bahasa Sunda (Pleonasme)

Pleonasme adalah sejenis majas yang suka menambahkan keterangan pada pernyataan yang sudah jelas atau menambahkan suatu keterangan yang sebenarnya tidak dibutuhkan.

Contoh:

  • Omongan manehna kadengena ku ceuli sorangan.
    (Omongan dia terdengar oleh teulinganya sendiri)
    *Terdengar pasti sama telinga, bukan sama alat indra lain
  • Buru atuh turun kahandap
    (Cepat dong turun kebawah)

Gaya Basa Sunda Lalandian (Metafora)

Metafora adalah gaya bahasa yang membandingkan sesuatu benda dengan benda yang lain karena mempunyai sifat yang hampir sama ata sama. Conto :

  • Pa Oto Iskandir di nata di landian si Jalak Harupat.
    (Pak Oto Iskandir di nata terkenal dengan sebutan si Jalak Harupat)
  • Srikandi awewe nu wwanian.
    (Srikandi perempuan yang pemberani)
  • Arjuna lalaki anu kasep.
    (Arjuna lelaki yang ganteng)
  • Ujang Gembru budak nu gendut.
    (Ujang Gembru anak yang genduk)
  • Wayang Pangisina gede tapi taya gawe.
    (Wayang pangisina besar tapi tidak ada kerjaan)
  • Bujangga Mikung nukakara diajar ngarang
    (Bujangga Mikung yang baru belajar mengarang)

Gaya Bahasa Sunda Sindir (Alegori)

gaya bahasa sunda

Blog Sae – WordPress.com

Sindir merupakan omongan yang tidak dijelaskan tapi tujuannya jelas, tidak mengatakan langsung pada orang yang sedang disindir.

Contoh :

  • Langkung sae nu ieu kanggo euceu mah, nukayas pikawayeun teh
    (Maksudnya, jangan yang itu nanti potong kalau yang itu)
  • Ah da abdimah cacah, sanes panganggung sapertos pangjenengan, atos we damai,
    (Maksudnya, gak berani maju kejalur hukum, karna hukum suka buta sama pangkat dan drajat)

Baca juga niah Kang/Ceu : Kesenian Sunda budaya Jawa Barat terlengkap.

Gaya Bahasa Sunda Moyok (Spot)

Moyok adalah suatu bahasa yang memojokan seseorang dengan kata-kata yang tidak kasar.

Contoh: Ngomong dua (ironi)

  • Profesor , nyebut kabudak nu di anggap boloho.
    (menyebut profesor kepada anak yang di anggap bodoh)
  • Ajengan, moyok kanu kakara santri tapi adigung, subuh-subuh teuing, nyebut kanu datang kaberangan.
    (Usatad bilang masih gelap ko, kepada santri yang bangun kesiangan)

Contoh : Meupeuh Lemes (sarkasmen)

  • Mun hayang tereh dikubur, ulah mamawa tiwas kabatur, ceuk polisi ka sopir nu ngajalanken mobilna tarik teuing.
    (Kalau mau mati, jangan membawa-bawa orang lain, kata polisi kepada sopir yang membawa mobil terlalu kencang)

Contoh : Ngomong seukeut, sinis (bicara tajam), memojokan orang yang lebih dalam kena nya tapi menggunkan kata halus.

  • Mangga we saderek nu salaku sarjana nu mimpin dai, da ari abdimah jami bodo jalmi teu tiasa nanaon.
    (Silahkan saja sodara yang menjadi pemimpin lagi, karna saya hanya manusia bodoh dan gak bisa apa-apa)

Gaya Bahasa Sunda Ngasor (Litoles)

gaya basa ngasor atau litoles merupakan gaya bahsasa yang dipake untuk merendahkan diri, dan untuk menghargai orang atau untuk memberi hormat kepada orang yang lagi diajak mengobrol. Untuk merendahkan diri supaya tidak dianggap sombong.

Contoh :

  • Manehnateh jalma pinter tur benghar, ngakunamah tuna harata tuna harti.
    (Dia itu orang pnter dan kaya, ngakunya gak pinter gak kaya)
  • Usaha anakn teh maju jeng gede deuih, disebutnamah lelengkah keneh diajar keneh.
    (Usaha anaknya itu maju dan besar, menyebutnya masih biasa masih belajar)
  • Mirah sapatu abimah, meserna oge  loak padahal sapatuna mahal meulinage titoko.
    (sepatu saya itu murah, belinya juga dari loak, padahal sepatunya mahal belinya juga dari toko)

Gaya Bahasa Sunda Ocon (Metominia)

gaya bahasa sunda

the-picta.net

Gaya basa ocon atau metaminia adalah gaya bahasa yang dipake untuk mengganti nama barang dengan ucapan yang lain yang diasosiakan dengan barang yang lain barang yang dimaksud.

Contoh : Cocacola, maksudnya minuman yang bermerek coca cola, dan lain-lain

Gaya Bahas Sunda Ngupamaken (Simile)

Ngupamaken atau membandingkan, terbagi dua jenis.

  • Babandingan kabaheulaan, kaasup kana basa pakeman.
    (Proposionalitas kabaheulaan, termasuk bahasa pegangan)

Beberapa menggunakan rasio kata (seperti, gaya bermain, seperti harapan) beberapa diantaranya tidak membuat kata proposionalitas.

Contoh :

  • Angkat teu macan teu mangan
    (Mengangkat macan tidak berhasil)
  • Jiga bueuk menang mabuk
    (Seperti burung hantu sudah di pukul)
  • Kawas kapuk kaibunan
    (Seperti kapuk yang terkena embun)
  • Siga careuh bulan
    (seperti musang bulan)
  • Asa dina pangimpian
    (Seperti dalam mimpi)

Nu geus teu make keucap babandingan (sudah tidak memakai bahasa proposi)

  • Pipina kudu sepasi
    (Pipinya harus sepasi)
  • Ambeukna sakulit bawang
    (Marahnya seperti kulit bawang)
  • Nyiliksik ka bubuk leutik
    (Nyiliksik ka bubuk kecil)
  • Kawas romeo jeng juliet
    (Seperti romeo dan juliet)

Sawarehna dai tina basa serepan (beberapa lagi bahasa dari sarepan)

  • Babadamian teh manggih jalan buntu
    (Bekerja sama ini bertemu jalan buntu)
  • Waktu teh sarua jeng duit
    (Waktu itu sama seperti uang)
  • Angin subuh ngaharewos
    (Angin subuh berbisik)

Gaya Bahasa Sunda Rautan (euphemisme)

Euphemisme adalah ikatan ungkapan yang diganti dengan yang lebih jelas.
Contoh :

  • Asep Irama teu awas socana -lolong
    (Asep Irama tidak melihat matanya – buta)
  • Saena dileresken dai -lepat
    (Bagusnya dibenarkan lagi – salah)
  • Sareng anjeuna mah nyarios teh kedah rada tarik, margi anjeuna kirang ngadangu – torek
    (Kalau sama dia ngomongnya harus keras, karna dia agak kurang mendengar – tuli)

Gaya Bahasa Sunda Raguman (syneodoche)

Sineodoche merupakan kata yang banyak disatukan atau sebaliknya yang satu dianggap banyak. Ada dua macam.

  1. Hurunan (totem pro parte). Menyebut seberapa padahal nyatanya hanya satu, atau sebagian. Contoh :
  • Cau teh ges arasak dina tangkalna
    (Itu pisang udah matang di pohonya)
  • Mahasisiwa Sunda keur ngiluan pasanggiri dangding
    (Mahasiswa sunda sedang ikutan turnamen dangding)
  • Indonesi keur pertandingann silat jeng Thailand
    (Indonesia sedang bertanding silat dengan Thailand)
  1. Tunggalan (pars pro toto). Menyebut dengan sebagian jumlahnya’ Contoh :
  • Si Amud tiisuk mula teu katinggali irungna
    (Si Smud dsri pagi tidak kelihatan idungnyah)
  • Jatah BLT pikeun sasirah teh saratus lima puluh ribu
    (Jatah BLT sekepala tuh seratus lima puluh ribu)
  • Alatan cilaka kamari sukuna teh potong, jadi dibawa ka rumahsakit
    (terkena celaka kemarin kakinya patah, jadi dibawa ke rumah sakit)

Untuk sementara sekian dulu artikel tentang Gaya Bahasa Sunda sehari-hari. Artikel ini akan kami update kedepannya untuk menambah wawasan atau ungkapan dalam bahasa sunda terbaru.

Mohon maaf bila ada salah dalam menyampaikan tutur katanya.

Apabila ada pertanyaan atau tambahan tentang belajar bahasa sunda, saya tunggu komentarnya ya di bawah artikel berikut ini…

Leave a Reply